
Bulan Februari ini Sahabat Perempuan berkunjung ke RSUD Muntilan untuk melakukan audiensi. Tujuan dari audiensi ini adalah untuk meningkatkan kerjasama antara Sahabat Perempuan dan RSUD Muntilan untuk penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, dalam hal ini dikhususkan pada visum untuk perempuan dan anak korban kekerasan berbasis gender. Selama ini layanan visum untuk perempuan dan anak korban kekerasan di RSUD Muntilan sudah dapat diakses secara gratis.

Banyaknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak khususnya kekerasan seksual membuat kami berpikir untuk meningkatkan kerja jaringan salah satunya dengan RSUD Muntilan demi mewujudkan keadilan untuk korban terutama dalam hal prioritas layanan visum untuk perempuan dan anak korban kekerasan seksual. Hal ini berkaitan juga dengan hak perlindungan privasi penyintas. Harapan kami ke depannya kerjasama antara RSUD Muntilan dan Sahabat Perempuan semakin baik, dan ada layanan gratis lainnya yang bisa diakses selain visum.


Sepanjang tahun 2022 Sahabat Perempuan sudah mendampingi kasus sebanyak 75 kasus yang terdiri dari 30 kasus kekerasan dalam rumah tangga, 38 kasus kekerasan seksual anak, 5 kasus pelecehan seksual seksual, dan 2 kasus kekerasan dalam pacaran. Dengan persebaran wilayah hampir... Selengkapnya
Bulan Ramadan lalu tepatnya tanggal 26 Maret 2024 Sahabat Perempuan melakukan audiensi dengan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Magelang. Audiensi ini disambut baik oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Magelang dan ditemui langsung oleh Bapak Zein Yusri Munggaran, S.H., M.H selaku Kepala Kejaksaan... Selengkapnya
Mengawali tahun 2024, Sahabat Perempuan melakukan Audiensi dengan Kapolresta Magelang Kombes Pol Mustofa, S.I.K, M.H. Audiensi ini bertujuan selain untuk bersilaturahmi dengan Kapolresta yang baru, juga untuk meningkatkan kerjasama dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, khususnya kekerasan seksual.... Selengkapnya
Belum ada Komentar untuk Audiensi dengan RSUD Muntilan (Kab. Magelang) terkait dengan Layanan Medis untuk Perempuan dan Anak Korban Kekerasan Berbasis Gender